Minggu, 08 September 2013

Curhat meen curhat

Har ini gue mau certa aja, abis nggak ada tempat untuk cerita. gue nggak tau mau ngasih judul apa kali ini, ntar deh di pikirin, yang penting tujuan utama dulu.

Dari pos yang sebalumnya, dapat disimpulkan bahwa gue suka sama seseorang yang identitasnya dirahasiakan untuk kalian semua. Dan pasti kalian tidak tahu siapa orang itu, gua jamin 100%. kembali ke tofik *kata guru agama gue. Awalnya gue yakin gue suka sama dia, tapi setelah dipikir-pikir dan di timbang-timbang juga di... *tersera deh, sekarang kok rasanya beda kayak gue buat pos yang kemaren. Sekarang rasanya kok gue lebih rileks sibanding yang kemaren. Bocoran dikit pos kemaren gu bat sambil senyum-senyum meen, malu gue.

Gue juga tidak tau apa yang terjadi, gue suka apa nggak. Atau dia orang yang numpang lewat trus pergi nggak bilang-bilang juga nggak pamitan, juga nggak bayar uang numpang di hati gue. biasanya gue sering mimpiin dia, tapi belakangan ini gue juga nggak mimpiin dia, tapi ge jadi sering ngeliat dia (kecuali hari minggu, hari libur meen) dalam jangka waktu yang lumayan panjang. Biasanya kalau gue liat dia cuma dalam jangka waktu 2-5 detik aja, tp blakangan ini gue ngeliatin dia bisa lebih dari 5 detik (5s kalau anak fisika bilang).

Gue suka nggak sih ama dia, emang si ini terlalu cepat untuk di bilang suka, tapi mau gimana lagi orang udah terlanjur ngelirik-lirik. kalau gue liat akun twitter-nya, dia juga sering retweet gue. tapi nggak nge-retweet tweet gue, tapi ngeretweet tweet yang gue tweet *ahh, jadi belepotan ni mulut. Hhuaa menyedihkan bukan. Dan kalau gue liat TL-nya dia lagi nungguin seseorang yang nggak pasti *begitulah bunyi-nya kira". Yang menurut gue itu bukan gue, gue adalah orang pasti, nggak di ragukan lagi, gue manusia ORI meen. Ya sebenarnya juga bukan gue sih, orang baru ketemu minggu lalau masak dia udah lansung nungguin kepastian dari gue, ngomamng aja belum pernah, gimana? apanya? yang mau di tungguin. Yah kesimpulannya bukan gue. Pahit banget meen gue udah ke-GR-an, aduh malu buanget.

Kemaren pas gue ketemu sama dia, gu nyapa dia dan dia membalas dengan senyuman yang lebar, selebar semanpu dia. tapi kan cuma senyum. Menyebalkan, sebenarnya dia suka pa nggak sih? jadi emosi deh. Kalau nggak kan gue bisa cari yang lain. Ah juga nggak bisa. capek meen. Ya udah lah, diterima aja, suka ok nggak suka juga bakalan gue bantai kok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar